Category 1

Rabu, 21 September 2016



Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan masyarakat setempat memerlukan edukasi lebih terkait penggunaan jasa keuangan.

"Dari survei yang dilakukan di beberapa wilayah Sumbar, tingkat inklusi masyarakat sudah mencapai 91 persen, namun tingkat literasi hanya sebesar 24 persen," kata Staf Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sumbar, Kristy Rosyemary di Bukittinggi, Sabtu (17/9/2016).

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan 'Media Gathering' yang digelar OJK Sumbar di Bukittinggi pada 16 sampai 18 September 2016.

Ia menjelaskan, tingkat inklusi merupakan tingkat pemakaian produk perbankan oleh masyarakat sedangkan tingkat literasi merupakan tingkat pengetahuan masyarakat terkait produk jasa keuangan yang digunakan.

"Dari survei tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat tidak benar-benar paham dengan jasa keuangan yang digunakan sehingga perlu edukasi lebih. Hal tersebut juga berujung pada pengaduan konsumen pada OJK," lanjutnya.

Ia menyebutkan, pada 2015 masalah paling sering yang menjadi aduan konsumen yaitu di bidang perbankan terkait restrukturisasi kredit, lelang jaminan dan alat pembayaran menggunakan kartu.

Kemudian pengaduan bidang asuransi terkait klaim polis dan bidang pembiayaan mengenai restrukturisasi kredit dan penarikan jaminan.

"Beberapa aduan itu ada yang bukan menjadi wewenang OJK dalam menyelesaikannya. Selain itu, seperti masalah lelang jaminan pada umumnya merupakan dampak dari kelalalian konsumen," jelasnya.

Sementara, Pelaksana Harian Kepala Kantor OJK Sumbar, Bob Hasfian mengatakan, dalam upaya mengedukasi masyarakat, diperlukan sosialisasi yang juga memerlukan kerjasama dengan media massa.

"Dengan fungsi yang cukup luas, kerja sama mengedukasi masyarakat bersama media massa sangat diperlukan. Selain itu kami juga sudah melakukan sosialisasi hingga ke perguruan tinggi dan direncanakan pada 2017 akan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah," tambahnya.



Penggunaan Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan masyarakat setempat ...


Banyak wanita khawatir dengan penuaan dini. Mereka melakukan berbagai macam perawatan kecantikan kulit untuk mencegah penuaan dini (anti-aging).

Perkembangan teknologi laser menjadi salah satu solusi bagi kaum hawa di dunia dermatologi dan estetika.

“Para dokter di bidang ini terus meningkatkan pengetahuan dan pendidikan soal laser. Perkembangan laser untuk estetika dan kulit terus berkembang.

Sementara beberapa masyarakat makin makmur, estetika menjadi suatu kebutuhan,” kata Presiden Ikatan Dokter Laser Seluruh Indonesia, dr. Abraham Arimuko, SpKK, MARS, FINSDV, FAADV, Senin (19/9).

Abraham menjelaskan bahwa wanita lebih banyak menginginkan kulit wajah cantik dan tampak lebih muda. Salah satu caranya dengan teknik laser ataupun filler.

“Tinggal ditawarkan saja mau teknik apa, ada filler, filler tak disuntik, lalu laser. Laser untuk kecantikan dan peremajaan. Paling berkembang dan paling banyak dimintai pasien,” tuturnya.

Presiden Asosiasi Kedokteran Laser Asia Pasifik ini menambahkan para dokter sebaiknya mengenali dulu indikasi penggunaan laser. Selain itu, karakteristik kulit wanita Asia umumnya hampir sama.

“Para dokter lakukan sesuai dengan protokolnya. Kulit sesuai enggak dengan laser. Jenis kulit masyarakat Asia punya karakteristik tersendiri, walaupun alatnya dari negara barat karena itu dosisnya disesuaikan,” tegasnya.

Manfaat Teknologi Laser

Banyak wanita khawatir dengan penuaan dini. Mereka melakukan berbagai macam perawatan kecantikan...

Kamis, 15 September 2016

Toko Baju Online

Perihal memilih baju yang pas sesuai dengan bentuk tubuh sangat penting agar baju yang kita beli dapat digunakan dengan nyaman dan bisa membuat kita terlihat menarik. Sebagian orang memilih baju hanya berdasarkan modelnya saja, padahal untuk tampil maksimal dalam berpakaian, kita juga perlu memperhatikan hal lainnya. Menyelaraskan baju yang dipakai dengan bentuk tubuh perlu dilakukan karena terkadang pada model baju tertentu bisa tidak pas untuk postur tubuh.  

Untuk memudahkan kamu yang sering merasa kesulitan dalam memilih baju apa yang pas sesuai ukuran tubuh yang kamu miliki, misalnya kurus, gemuk atau tinggi, berikut saya berikan beberapa rahasia memilih baju yang pas!

Bentuk Tubuh Kurus

Bagi kamu yang memiliki postur tubuh kurus dan tidak ingin terlihat tampak jelas saat menggunakan pakaian, sebaiknya hindari menggunakan jenis pakaian yang ketat. Untuk baju, jangan gunakan yang berkerah V-neck karena ini membuat tonjolan tulang pada bagian leher dapat terlihat. 

Cara mensiasati ukuran tubuh yang kurus bisa dengan menggunakan bawahan rok yang lebar dengan warna cerah, sedangkan untuk tubuh, bisa memakai jenis baju rajut karena ini bisa membuat tubuh tampak lebih berisi.

Bentuk Tubuh Gemuk
Sudah banyak yang tahu bahwa trik menyembunyikan badan yang gemuk adalah dengan menggunakan pakaian warna gelap seperti hitam, coklat dan navy. Selain itu, menggunakan pakaian dengan ukuran yang sedang, tidak terlalu ketat dan juga lebar di badan bisa jadi salah satu tips lainnya untuk kamu yang gemuk. 

Agar tubuh semakin terlihat semampai meski sebenarnya gemuk, kamu juga bisa menggunakan sendal atau sepatu yang memiliki hak tinggi. Jika bagian kakimu tampak besar, bisa ditutupi dengan menggunakan celana atau rok panjang.

Bentuk Tubuh Mungil

Untuk ukuran rata-rata orang Indonesia, sebagian besar memang memiliki postur tubuh yang mungil, terutama untuk perempuan yang masa pertumbuhannya lebih pendek daripada pria. Cara mengatasi tubuh yang mungil yaitu dengan memilih pakaian yang senada bagian atas dan bawahan, pilih motif garis vertikal serta jangan menggunakan pakaian yang terlalu pendek.

Untuk bisa menemukan baju yang sesuai dengan bentuk tubuh, kamu bisa memilihnya di  toko baju online  yang banyak menyediakan berbagai jenis dan ukuran busana. Ini akan sangat membantu kamu mendapatkan baju yang pas sesuai ukuran tanpa harus repot pergi ke toko langsung atau mall

Rahasia Memilih Baju Yang Pas Sesuai Postur Tubuh

Perihal memilih baju yang pas sesuai dengan bentuk tubuh sangat penting agar baju yang kita bel...


Lembaga Pariwisata dan Pencinta Alam Himpunan Mahasiswa Islam (LEPPAMI HMI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertama.

Munas akan digelar bulan depan, yakni dari tanggal 2 hingga 6 Agustus 2016 di Tuban, Batu, Jawa Timur.

LEPPAMI  sebagai salah satu lembaga kekaryaan HMI   yang fokus di sektor keparawisataan dan lingkungan hidup ini berkomitmen mengangkat citra destinasi-destinasi parawisata Batu yang dikenal sebagai kota wisata di Jawa Timur.

“Manfaat bagi kota Batu dari kegiatan Munas  yang dihadiri oleh peserta dari perwakilan setiap cabang LEPPAMI di Indonesia ini,  salah satunya akan semakin mengangkat citra kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Jawa Timur,” ungkap Harianto Ketua Umum HMI Cabang Malang sebagai cabang HMI penyelenggara Munas.

Harianto yang juga terlibat langsung men-back up kepanitiaan mengatakan, pasca Munas masih ada agenda lain, yakni pelatihan dan praktek jurnalis wisata yang dimentori langsung oleh tim dari media Sport Tourism.

“Paska penutupan nanti, kita akan mengadakan pelatihan jurnalis wisata yang dimentori langsung tim khusus yang di utus sport tourism dari Jakarta”, kata Hambali Ketua Panitia Nasional Munas.

Setelah pelatihan akan dilanjutkan dengan praktek jurnalis wisata dengan membagi peserta kedalam beberapat tim untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Batu. “Hasil dari praktek jurnalis wisata tersebut akan dipublikasikan media sport tourism yang saat ini menjadi mitra kementerian parawisata,” katanya.

Sinergitas antara panitia dan pemerintah kota Batu menjadi sebuah keharusan untuk semakin menguatkan brandingBatu sebagai kota wisata dan demi suksesnya acara Munas.

“Kami baik itu panitia nasional maupun panitia lokal beriktiar semaksimal mungkin dan selalu optimis bahwa Munas akan sukses, apalagi telah mendapat dukungan dari pemerintahan kota Batu, secara otomatis kami memiliki tugas yaitu salah satunya semakin mengangkat nama parawisata Batu,” tambahnya.


Komitmen Angkat Parawisata Batu

Lembaga Pariwisata dan Pencinta Alam Himpunan Mahasiswa Islam (LEPPAMI HMI) akan menggelar Musya...


Belum maksimalnya tata kelola parawisata di Kota Palembang, membuat aktitivas parawisatawan yang masuk Palembang masih sangat minim.

Padahal, kalau berkaca dari sejarah Sriwijaya banyak yang bisa dikemas dan dikomersilkan untuk konsumsi parawisata.

“Untuk parawisata Palembang yang masih stagnan, sebenarnya sederhana. Karena kita punya tempat parawisata sejarah dan religi,"

Tapikan sekarang yang ada hanya ziarah kubro, seharusnya yang perlu dibesarkan sejarah Sriwijaya,"
"Jika kita bicara sejarah, maka ada beberapa tempat yang perlu di maksimalkan,"

"Namun harus juga diketahui bagaimana tata kelolanya,” kata Anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan Palembang, H Fahlevi Maizano SH MH menanggapi tentang sepinya aktivitas parawisata di Bumi Sriwijaya.

Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan, konsep wisata sudah dilakukan pemerintah Jawa Barat yang mengemas sejarah-sejarah mereka dalam bentuk berbagai legenda.


Parawisata Palembang Belum Maksimal

Belum maksimalnya tata kelola parawisata di Kota Palembang, membuat aktitivas parawisatawan yang...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile