Senin, 17 April 2017

Derawan, Surga Dunia di Timur Borneo


Kalimantan sebagai pulau non-benua terbesar di bumi bukan hanya dikenal sebagai paru-paru dunia. Dari dalam lautan, Kalimantan juga memiliki kekayaan bahari yang tak kalah indah dengan yang ada di Raja Ampat, Phuket, atau Maldives. 

Seperti yang terdapat di kepulauan Derawan, kabupaten Berau, kalimantan Timur. 



Kepulauan Derawan memiki sekitar 31 pulau yang indah dengan pulau Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua, Panjang, dan Samama sebagi pulau terbesar. 

Jumlah ini belum termasuk dengan pulau-pulau gosong yang berupa dataran berisi pasir dan hanya muncul saat laut sedang surut. 

Seluruh pulau tersebut dikeliling wilayah konservasi laut dengan luas mencapai  1.270.000 hektar yang berisi sekitar  460 jenis terumbu karang. 

Beberapa jenis terumbu karang terkenal seperti karang tepi (fringing reef), karang penghalang (barrier reef), dan karang atol pun ada di dalamnya. 

Maka tak heran jika pulau ini layak disandingkan dengan pesona yang dimiliki Raja Ampat, Puhet, Maldives, atau pulau-pulau dengan pesona alam bawah laut yang indah lainnya di seluruh dunia.

Terumbu karang tersebut mengubah alam bawah laut di kepulaun Derawan menjadi taman yang indah. 

Bak sebuah taman bunga, kehadiran terumbu karang yang beraneka warna tersebut membuat semua fotografer betah berlama-lama berada di dalam air.

Terumbu karang ini pun telah memancing sekitar 870 jenis ikan untuk hidup di sana. 

Ikan-ikan yang beraneka ragam itu pun membuat dunia bawah laut kepulauan Derawan menjadi semakin cantik dan penuh warna. 

Keindahannya pun bertambah berkat air lautnya yang sangat jernih. 

Saking jernihnya, terumbu karang dan ikan-ikan yang ada di dalamnya pun dapat terlihat dari permukaan di bagian laut yang tidak terlalu dalam.

Terumbu karang dan ikan-ikan ini bisa kamu sapa sambil melakukan snorkling atau diving. Spot terbaik untuk melakukan keduanya cukup banyak. 

Setidaknya, ada 28 titik terbaik untuk penyelaman di seluruh kepulauan Derawan. 

Bila beruntung, kamu tidak hanya akan bertemu ikan-ikan kecil dan terumbu karang saja di sana. 

Tak jarang, ikan-ikan berukuran besar seperti lumba-lumba, penyu hijau, penyu sisik, ikan dugong, paus, kuda laut kerdil. 

Ikan pari, sampai barakuda pun akan muncul di sekitar terumbu karang. 

Maka tak heran jika banyak penyelam yang menjuluku kepulauan Derawan sebagai ‘The Diver Heaven’.
Tak cukup sampai disitu, kamu juga bisa berenang dengan ubur-ubur berukuran cukup besar tanpa takut disengat. 

Hanya saja, kegiatan ini bukan dilakukan di lautan, melainkan di danau air payau yang ada di pulau Kakaban. 

Semua ubur ubur di Kakaban sudah kehilangan daya sengatnya, jadi tidak akan berbahaya untuk manusia.

Fenomena ubur ubur laut tak beracun ini adalah akibat dari sebuah bencana alam yang terjadi di masa lalu. 

Air laut yang masuk ke daratan akibat bencana tersebut pun akhirnya terjebak sampai membentuk sebuah danau. 

Air laut tersebut pun perlahan berubah menjadi payau seiirng berjalannya waktu. 

Pun dengan sekawanan ubur ubur yang hidup di dalamnya, Untuk bertahan hidup, ubur ubur tersebut berevolusi dengan kondisi yang ada sampai daya sengatnya menghilang. 

Jadi, meskipun jumlahnya ribuan, ubur ubur ini tak berbahaya dan justru bisa menjadi teman menyelam yang asyik.

Saat menyelam, pastikan kamu berfoto bersama sekawanan ubur ubur di Kakaban ini karena momen seperi ini sangat langka dan unik. 

Semua orang yang melihat foto kamu bersama ubur ubur pasti merasa heran dan terkejut.

Setelah pus menyaksikan keindahan alam bawah laut dan fenomena ubur ubur jinak di Kakaban, kamu juga bisa mengelilingi seluruh pulau yang ada di sana menggunakan speed boat sewaan, menikmati keindahan alamnya dari permukaan, dan mengunjungi pulau gosong saat air surut. 

Pasir pantai yang ada di pulau-pulau di kepulauan Derawan sangatlah halus, udara pantainya hangat, dan anginnya pun sejuk. Jadi, kamu bisa melakukan taning dengan nyaman.

Kamu juga bisa melihat penyu hijau (chelonia mydas) terbesar di Asia, saat mengunjungi pulau Sangalaki. 

Di pulau ini, terdapat konservasi penyu yang didirikan oleh World Wildlife Found Indonesia lewat SK Bupati Berau pada tahun 2001. 

Kehadiran tempat konservasi ini cukup berpengaruh untuk melestarikan penyu yang populasinya terancam. 

Cara terbaik untuk menikmati pesona pulau Sangalaki adalah menghabiskan waktu di sana sampai malam karena kalau kamu beruntung, kamu bisa melihat para penyu bertelur.

Jika kamu tertarik untuk menikmati semua keindahan alam yang ada di Derawan, kamu bisa mencari tiket penerbangan menuju Balikpapan, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan menuju Berau atau Tarakan. 

Transportasi dari Balikpapan menuju Berau sedikit lebih mahal dibanding Tarakan. 

Tapi dari Berau, lebih banyak moda transportasi yang bisa dipakai dengan harga yang lebih murah. 

Untuk mendapatkan perjalanan yang lebih murah menuju Derawan, kamu bisa mengikuti beberapa tips yang banyak direkomendasikan traveler profesional. 

Pertama, pesan tiket pesawat sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan. 


Selain itu, reservasi.com juga menyediakan kemudahan untuk kamu yang ingin mengunjungi kota-kota lainnya. 

Kedua, pergilah secara  berkelompok. Kalau kamu pergi dengan orang dalam jumlah yang banyak, kamu bisa membagi beberapa pengeluaran untuk keperluan tertentu seperti menyewa speed boat yang harganya cukup mahal.

About the Author

Dwi Rian

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile